Senin, 08 April 2013

Ahok, Perjuangan Di Balik Layar

Menurut saya Ahok adalah sesosok manusia pilihan yang terpilih untuk bersama Jokowi memipin Jakarta. Jakarta jika diibaratkan adalah sesosok anak kecil yang nakal, semakin keras usaha untuk membentuknya, makan semakin liat dan sulit ia terbentuk. Yang dilakukan Jokowi dan Ahok adalah merupakan perwujudan dari pendidikan yang tegas, lugas, namun juga di saat yang bersamaan lembut. 

Tulisan ini terinspirasi dari tulisan yang saya baca di blog salah seorang bloggers yang juga merupakan wartawan dari sebuah media yang memang setiap hari mengikuti gerak-gerik Jokowi dan Ahok, terutama Ahok atau juga akrab dipanggil Daddy Bas atau kokoh. Begitu banyak hal yang diceritakan tentang Ahok, ada pula kisah-kisah yang berbau SARA. Hal ini sungguh tidak berprikemanusiaan. Contohnya seperti yang dilakukan oleh seorang Pengacara muda yang entah dia berbakat atau tidak, yang juga memiliki spesialisasi dalam berhubungan dengan wanita lebih tua. Oke, cukup tentang manusia "lontong" itu. 

Ahok ternyata juga berasal dari keluarga yang cukup beragam, bahkan ada kakaknya yang merupakan seorang muslim dan sudah menjadi pemuka agama yang cukup disegani. jadi jika ada mengangkat isu sara untuk menjatuhkan Ahok adalah hal yang cukup konyol sebenarnya, makanya ia selalu menanggapi dengan senyum atau tertawa. 

belakangan sosok ahok agak kurang terekspos, yang mana menurut saya ini adalah hal yang bagus karena akhirnya beliau bisa bekerja lebih fokus dan dapat memberikan solusi terbaik untuk Jakarta. Mulai dari masalah administratif yang masih kacau, sampe urusan lalu lintas yang semrawutnya sudah sangat melegenda.

yah, inilah Jakarta, kota penuh impian dan IMPLAN (hahahah), kota yang selalu berwangikan harapan bagi kebanyakan warga negara ini. Syukurnya kota ini sekarang dipimpin oleh dua orang negarawan tangguh yang tidak tanggung-tanggung dalam mengurus dan tidak sungkan-sungkan dalam membantu. tidak perlu pemberitaan heboh, hanya aksi dan tindakan yang terencana sudah cukup untuk Jakarta.

Terima kasih Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar